WALAU DI PINGGIRAN, SMPN 12 PEKALONGAN BERHASIL MENJADI SEKOLAH PENGGERAK

Menjadi sekolah penggerak tidak segampang mengucap “Prok prok prok…jadi apa?” seperti yang diucapkan oleh pak Tarno pemain sulap yang sering kita lihat di televisi. Berawal dari kepala sekolah mengikuti seleksi Program Sekolah Penggerak yang diselenggarakan oleh Kemendikbudristek, setelah melalui beberapa tahap seleksi akhirnya Ani Yuniati, Kepala SMP Negeri 12 Pekalongan dinyatakan lulus seleksi, dan dengan Keputusan Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Nomor: 6555/C/HK.00/2021 tanggal 30 April 2021 SMP Negeri 12 Pekalongan ditetapkan menjadi salah satu satuan pendidikan pelaksana Program Sekolah Penggerak angkatan pertama. Hal itu dipertegas dengan Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan Nomor: 420/0093 tanggal 18 Mei 2021 tentang Penetapan Satuan Pendidikan Pelaksana Program Sekolah Penggerak Kota Pekalongan Tahun 2021.
Setelah menjadi Sekolah Penggerak, SMP Negeri 12 Pekalongan melaksanakan serangkaian kegiatan Program Sekolah Penggerak. Kegiatan PSP diawali dengan pelatihan Komite Pembelajaran yang memberi bekal bagi guru-guru untuk melaksanakan Program Sekolah Penggerak di SMPN 12 Pekalongan. Kegiatan dilanjutkan dengan IHT dan pendampingan oleh nara sumber dari PPPPTK Matematika Yogyakarta yang diselenggarakan secara daring. Selanjutnya pendampingan oleh Pelatih Ahli yang dilaksanakan dalam bentuk coaching, penguatan Komite Pembelajaran, rapat PMO dan Lokakarya yang dilakukan secara rutin setiap bulan sekali.
Pelaksanaan Program Sekolah Penggerak jenjang SMP diawali di kelas 7. Berdasarkan KOSP (Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan) kegiatan pembelajaran terdiri dari dua kegiatan, yaitu pembelajaran intrakurikuler dan kegiatan projek. Kegiatan intrakurikuler dilaksanakan dengan pembelajaran paradigma baru, sedangkan kegiatan projek untuk mewujudkan profil pelajar Pancasila. Di sekolah penggerak, dalam satu tahun siswa harus melaksanakan tiga kegiatan projek. Di tahun pelajaran 2021/2022 Tim Projek merencanakan akan melaksanakan kegiatan projek dengan tema kewirausahaan, kebhinekaan global, dan kearifan lokal.
Projek Kewirausahaan sudah dilaksanakan di Semester I. Dalam Projek Kewirausahaan terdapat tiga topik yang bisa dipilih siswa, yaitu topik bazar, pameran, dan pentas. Kegiatan projek dilaksanakan dalam kelompok-kelompok kecil beranggotakan 6-8 orang. Dalam melaksanakan kegiatan projek para siswa didampingi oleh fasilitator dan guru pendamping. Para siswa menentukan sendiri projek apa yang akan mereka kerjakan. Fasilitator dan guru pendamping hanya menyediakan sarana prasarana yang mereka butuhkan, dan membimbing agar projek berjalan dengan baik, sesuai dengan yang mereka rencanakan. Kegiatan projek tersebut dilaksanakan dengan sistem blok dalam waktu satu bulan. Seminggu 2-3 pertemuan dengan jadwal yang sudah disepakati bersama.
Pada minggu terakhir dilakukan penilaian terhadap hasil kegiatan projek. Produk masing-masing kelompok berbeda-beda sesuai dengan topik yang dipilih. Ada produk berupa makanan, minuman, kostum untuk pentas, musik menggunakan ember bekas wadah cat, tari-tarian, dan kerajinan tangan dari barang bekas. Puncak dari kegiatan Projek Kewirausahaan yaitu Gebyar Projek yang merupakan ajang bagi siswa untuk memamerkan hasil projek mereka dan belajar memasarkannya, baik secara online maupun secara langsung di acara tersebut. Kegiatan Gebyar Projek dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Ketua PMO Kota Pekalongan, Pelatih Ahli, Pengawas Bina, Pengurus Komite Sekolah, Babhinkamtibmas, beberapa perwakilan SD, SMP dan SMA di sekitar SMPN 12 Pekalongan, perwakilan orang tua siswa, guru-karyawan dan seluruh siswa kelas 7 SMPN 12 Pekalongan. Kegiatan berjalan dengan lancar dan cukup meriah, serta mendapat apresiasi dari para tamu undangan.
Sebagai pelaksana PSP angkatan pertama, kegiatan yang dilaksanakan di SMPN 12 Pekalongan masih banyak kekurangannya. Namun seluruh warga sekolah bersemangat untuk dapat melaksanakan PSP sesuai dengan yang diharapkan. Semoga SMP Negeri 12 Pekalongan nantinya dapat menjadi contoh pelaksanaan PSP bagi sekolah penggerak angkatan berikutnya. Salam Sekolah Penggerak.
Setelah menjadi Sekolah Penggerak, SMP Negeri 12 Pekalongan melaksanakan serangkaian kegiatan Program Sekolah Penggerak. Kegiatan PSP diawali dengan pelatihan Komite Pembelajaran yang memberi bekal bagi guru-guru untuk melaksanakan Program Sekolah Penggerak di SMPN 12 Pekalongan. Kegiatan dilanjutkan dengan IHT dan pendampingan oleh nara sumber dari PPPPTK Matematika Yogyakarta yang diselenggarakan secara daring. Selanjutnya pendampingan oleh Pelatih Ahli yang dilaksanakan dalam bentuk coaching, penguatan Komite Pembelajaran, rapat PMO dan Lokakarya yang dilakukan secara rutin setiap bulan sekali.
Pelaksanaan Program Sekolah Penggerak jenjang SMP diawali di kelas 7. Berdasarkan KOSP (Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan) kegiatan pembelajaran terdiri dari dua kegiatan, yaitu pembelajaran intrakurikuler dan kegiatan projek. Kegiatan intrakurikuler dilaksanakan dengan pembelajaran paradigma baru, sedangkan kegiatan projek untuk mewujudkan profil pelajar Pancasila. Di sekolah penggerak, dalam satu tahun siswa harus melaksanakan tiga kegiatan projek. Di tahun pelajaran 2021/2022 Tim Projek merencanakan akan melaksanakan kegiatan projek dengan tema kewirausahaan, kebhinekaan global, dan kearifan lokal.
Projek Kewirausahaan sudah dilaksanakan di Semester I. Dalam Projek Kewirausahaan terdapat tiga topik yang bisa dipilih siswa, yaitu topik bazar, pameran, dan pentas. Kegiatan projek dilaksanakan dalam kelompok-kelompok kecil beranggotakan 6-8 orang. Dalam melaksanakan kegiatan projek para siswa didampingi oleh fasilitator dan guru pendamping. Para siswa menentukan sendiri projek apa yang akan mereka kerjakan. Fasilitator dan guru pendamping hanya menyediakan sarana prasarana yang mereka butuhkan, dan membimbing agar projek berjalan dengan baik, sesuai dengan yang mereka rencanakan. Kegiatan projek tersebut dilaksanakan dengan sistem blok dalam waktu satu bulan. Seminggu 2-3 pertemuan dengan jadwal yang sudah disepakati bersama.
Pada minggu terakhir dilakukan penilaian terhadap hasil kegiatan projek. Produk masing-masing kelompok berbeda-beda sesuai dengan topik yang dipilih. Ada produk berupa makanan, minuman, kostum untuk pentas, musik menggunakan ember bekas wadah cat, tari-tarian, dan kerajinan tangan dari barang bekas. Puncak dari kegiatan Projek Kewirausahaan yaitu Gebyar Projek yang merupakan ajang bagi siswa untuk memamerkan hasil projek mereka dan belajar memasarkannya, baik secara online maupun secara langsung di acara tersebut. Kegiatan Gebyar Projek dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Ketua PMO Kota Pekalongan, Pelatih Ahli, Pengawas Bina, Pengurus Komite Sekolah, Babhinkamtibmas, beberapa perwakilan SD, SMP dan SMA di sekitar SMPN 12 Pekalongan, perwakilan orang tua siswa, guru-karyawan dan seluruh siswa kelas 7 SMPN 12 Pekalongan. Kegiatan berjalan dengan lancar dan cukup meriah, serta mendapat apresiasi dari para tamu undangan.
Sebagai pelaksana PSP angkatan pertama, kegiatan yang dilaksanakan di SMPN 12 Pekalongan masih banyak kekurangannya. Namun seluruh warga sekolah bersemangat untuk dapat melaksanakan PSP sesuai dengan yang diharapkan. Semoga SMP Negeri 12 Pekalongan nantinya dapat menjadi contoh pelaksanaan PSP bagi sekolah penggerak angkatan berikutnya. Salam Sekolah Penggerak.
PRINT +
DOWNLOAD PDF