Pokja BSAN Pekalongan Siap: Wujudkan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman untuk Semua

Rabu, 20 Mei 2026, Menindaklanjuti terbitnya Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Pendidikan Kota Pekalongan melaksanaan rapat koordinasi pembentukan Kelompok Kerja Budaya Sekolah Aman Nyaman (Pokja BSAN) dalam forum Gugus Kendali Mutu Bulan Mei 2026 yang dihadiri oleh pejabat OPD Lintas sektor diantaranya Dinas Pendidikan, Dinsos P2KB, Bapperida, DPMPPA, dan turut serta hadir mendampingi wali wilayah Kota Pekalongan dari BBPMP Provinsi Jawa Tengah, Endang Tri H, MPd. Rapat dilaksanakan di ruang rapat kepala dinas Pendidikan dan dipimpin oleh Kepala Dinas Pendidikan, Mabruri, SPd. (20/05/2026)
Dalam sambutannya Mabruri, SPd menyampaikan bahwa pemerintah Kota Pekalongan selalu berkomitmen dan mendukung implementasi setiap program dari pemerintah dalam rangka menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif bagi peserta didik di satuan Pendidikan Kota Pekalongan. Hal ini terbukti dengan diperolehnya penghargaan Anugerah Merdeka Belajar Kategori Pemerintah Daerah Transformatif Sub Kategori Pencegahan Tiga Dosa Besar Pendidikan (Perundungan, Kekerasan Seksual, dan Intoleransi) pada tahun 2023 yang diberikan langsung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), serta membentuk satgas TPPK tingkat Kota dan mendorong setiap satuan Pendidikan membentuk TPPKSP.
Mabruri juga menyampaikan, dengan terbitnya Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman dan mencabut permendikbudristek nomor 46 tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan, pemerintah Kota Pekalongan tetap akan mendukung dan komitmen implementasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman dengan mengawali dengan membentuk Pokja BSAN dan akan dilanjutkan beberapa kegiatan yang sudah diagendakan sampai dengan akhir tahun 2026 diantaranya : Pengukuhan Pokja, Seminar BSAN bagi kepala sekolah dan mitra, konsolidasi Pokja, sosialisasi BSAN kepada para guru dan mitra, serta pelatihan BSAN bagi kepala sekolah. “kita tidak menginginkan program pemerintah hanya berhenti pada dokumen sebagai kelengkapan adminitrasi saja, tetapi harus ada implementasi yang nyata”, ujarnya.
Selanjutnya dilakukan diskusi dalam kegiatan Gugus Kendali Mutu yang dipimpin oleh Siti Nurul Izzah yang biasa disapa Bu SNI selaku Sekretaris Dinas Pendidikan. Dalam diskusi tersebut diungkapkan bahwa Kemendikdasmen mendorong pembentukan Kelompok Kerja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (Pokja BSAN) di daerah sebagai mitra strategis sekolah. Pokja ini bertugas memperkuat edukasi, meningkatkan kapasitas pendidik, serta memastikan penanganan yang cepat dan responsif terhadap berbagai bentuk kekerasan maupun perundungan di sekolah. Pokja BSAN Kota Pekalongan terdiri dari 3 bidang utama diantaranya
  1. Bidang Perlindungan Fisik
  2. Bidang perlindungan spiritual, psikologis, dan kultural social
  3. Bidang perlindungan digital
Pentingnya lingkungan yang kondusif untuk mendukung Asta Cita, Kemendikdasmen menetapkan visi “Pendidikan Bermutu untuk semua”. Visi tersebut menegaskan komitmen kuat pemerintah Indonesia untuk membangun system pendidikan yang berkualitas, merata, dan inklusif, sehingga menjamin hak setiap anak Indonesia mendapatkan akses terhadap pendidikan yang bermutu tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, atau geografis. Demikian kegiatan diakhiri setelah peserta rapat koordinasi gugus kendali mutu menyepakati draf SK Pokja BSAN lengkap beserta dengan rincian tugas pokok dan fungsinya.