Antisipasi Dampak Banjir dan Rob, Dindik Pekalongan Resmi Luncurkan Buku Kurikulum Kebencanaan Jenjang SMP

PEKALONGAN – Sebagai langkah konkret memitigasi risiko bencana di lingkungan pendidikan, Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Pekalongan resmi meluncurkan "Buku Kurikulum Kebencanaan" untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Peluncuran ini dirangkai dengan pelatihan teknis bagi kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum, bertempat di Aula B Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Rabu (28/1/2026).
Langkah strategis ini diambil mengingat posisi geografis Kota Pekalongan yang memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana, khususnya banjir dan rob yang kerap mengganggu aktivitas belajar mengajar.
Membangun Kesadaran Sejak Dini
Acara yang dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan ini, ditandai dengan peluncuran buku Kurikulum Kebencanaan secara simbolis. Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Mabruri, S. Pd, menjelaskan bahwa penyusunan buku ini bertujuan untuk memberikan alternatif petunjuk ataupun panduan teknis dalam mengajarkan kesiapsiagaan terhadap bencana kepada murid-murid SMP sehingga murid memiliki kesadaran terhadap lingkungan, mencegah terjadinya bencana, dan dapat survive dalam menjalani kehidupan di daerah yang rawan bencana seperti Kota Pekalongan.
Bedah Isi dan Strategi Implementasi
Kegiatan yang bertajuk "Launching dan Pelatihan Penggunaan Buku Kurikulum Kebencanaan" ini dihadiri oleh sekitar 75 peserta, yang terdiri dari Kepala Sekolah SMP (Negeri dan Swasta), Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Pengawas SMP, serta tim teknis Bidang SMP.
Setelah seremonial launching, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pelatihan yang menghadirkan narasumber dari tim penyusun buku dan praktisi pendidikan.
Ada dua sesi utama mewarnai pelatihan ini yakni sesi Bedah Buku dan Strategi Kelas yang disampaikan oleh Teguh Apriyanto, M.Pd., Beliau mengupas filosofi, silabus, modul, serta strategi penggunaan buku kebencanaan di dalam kelas. Kemudan sesi dua dilanjutkan dengan Sosialisasi Triple R Warrior yang disampaikan oleh Dra. Rr. Arti Rohjatmi (Ketua PGRI SLCC Kota Pekalongan), yang memberikan materi penguatan teknis terkait ketangguhan sekolah dengan membentuk tim pengelolaan sampah di tingkat sekolah mulai dari Reduce, Reuse dan Recycle . Oleh karena itu tim tersebut bernama Triple R Warrior. Beliau berharap agar setiap sekolah dapat membentuk tim tersebut sehingga masalah sampah yang ada di sekolah dapat dikelola dengan baik.
Harapan Pasca Peluncuran
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bidang SMP Dinas Pendidikan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan penyusunan Buku Kurikulum Kebencanaan pada tahun 2025. Oleh karena itu, Siti Kurnia Khasanah yang merupakan Kepala Seksi Kurikulum Bidang SMP memastikan setiap satuan Pendidikan SMP di bawah naungan Dinas Pendidikan Kota Pekalongan kini memiliki pedoman yang jelas dalam mengajarkan mitigasi bencana.
Para Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum diharapkan segera menindaklanjuti hasil pelatihan ini dengan mengimpelmentasikan pelaksanaan Kurikulum Kebencanaan di sekolah masing-masing, sehingga tercipta lingkungan sekolah yang siaga dan tangguh menghadapi potensi bencana.
Langkah strategis ini diambil mengingat posisi geografis Kota Pekalongan yang memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana, khususnya banjir dan rob yang kerap mengganggu aktivitas belajar mengajar.
Membangun Kesadaran Sejak Dini
Acara yang dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan ini, ditandai dengan peluncuran buku Kurikulum Kebencanaan secara simbolis. Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Mabruri, S. Pd, menjelaskan bahwa penyusunan buku ini bertujuan untuk memberikan alternatif petunjuk ataupun panduan teknis dalam mengajarkan kesiapsiagaan terhadap bencana kepada murid-murid SMP sehingga murid memiliki kesadaran terhadap lingkungan, mencegah terjadinya bencana, dan dapat survive dalam menjalani kehidupan di daerah yang rawan bencana seperti Kota Pekalongan.
Bedah Isi dan Strategi Implementasi
Kegiatan yang bertajuk "Launching dan Pelatihan Penggunaan Buku Kurikulum Kebencanaan" ini dihadiri oleh sekitar 75 peserta, yang terdiri dari Kepala Sekolah SMP (Negeri dan Swasta), Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Pengawas SMP, serta tim teknis Bidang SMP.
Setelah seremonial launching, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pelatihan yang menghadirkan narasumber dari tim penyusun buku dan praktisi pendidikan.
Ada dua sesi utama mewarnai pelatihan ini yakni sesi Bedah Buku dan Strategi Kelas yang disampaikan oleh Teguh Apriyanto, M.Pd., Beliau mengupas filosofi, silabus, modul, serta strategi penggunaan buku kebencanaan di dalam kelas. Kemudan sesi dua dilanjutkan dengan Sosialisasi Triple R Warrior yang disampaikan oleh Dra. Rr. Arti Rohjatmi (Ketua PGRI SLCC Kota Pekalongan), yang memberikan materi penguatan teknis terkait ketangguhan sekolah dengan membentuk tim pengelolaan sampah di tingkat sekolah mulai dari Reduce, Reuse dan Recycle . Oleh karena itu tim tersebut bernama Triple R Warrior. Beliau berharap agar setiap sekolah dapat membentuk tim tersebut sehingga masalah sampah yang ada di sekolah dapat dikelola dengan baik.
Harapan Pasca Peluncuran
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bidang SMP Dinas Pendidikan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan penyusunan Buku Kurikulum Kebencanaan pada tahun 2025. Oleh karena itu, Siti Kurnia Khasanah yang merupakan Kepala Seksi Kurikulum Bidang SMP memastikan setiap satuan Pendidikan SMP di bawah naungan Dinas Pendidikan Kota Pekalongan kini memiliki pedoman yang jelas dalam mengajarkan mitigasi bencana.
Para Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum diharapkan segera menindaklanjuti hasil pelatihan ini dengan mengimpelmentasikan pelaksanaan Kurikulum Kebencanaan di sekolah masing-masing, sehingga tercipta lingkungan sekolah yang siaga dan tangguh menghadapi potensi bencana.
PRINT +
DOWNLOAD PDF