Program "Jaksa Masuk Sekolah" 2026 Sukses Digelar di SMP Pius Pekalongan

PEKALONGAN – Dinas Pendidikan Kota Pekalongan bekerja sama dengan MKKS SMP Kota Pekalongan kembali menyelenggarakan program edukasi hukum bertajuk "Jaksa Masuk Sekolah" (JMS) Tahun 2026. Pada hari Rabu, 9 September 2026, kegiatan ini sukses dilaksanakan dengan mengambil tempat di SMP Pius Pekalongan.
Acara yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai ini diikuti secara antusias oleh perwakilan pelajar. Berdasarkan undangan yang diedarkan, setiap sekolah diminta untuk menugaskan 5 orang murid dan 1 orang guru pendamping untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Pada jadwal pelaksanaan tanggal 9 September ini, sekolah-sekolah yang turut hadir meliputi SMP N 3, SMP N 6, SMP N 7, SMP N 8, SMP N 10, SMP N 12, SMP Pius, SMP Wahid Hasyim, SMP Salafiyah, dan SMP Muhammadiyah.
Rangkaian acara diawali dengan presensi peserta pada pukul 08.00 WIB, disusul dengan pembukaan dan doa. Kegiatan ini secara resmi dibuka dengan sambutan dari Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Pekalongan Bapak Dani Prasetyo, S,E, M.E. sebagai perwakilan dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan. Selain itu, Kepala Kejaksaan Negeri yang diwakili Jaksa Muda Dhani Dwi Yudhatama, S.H memberikan sambutan kepada para peserta didik.
Selain pemaparan materi, acara ini juga dikemas secara menarik. Setelah sesi foto bersama, para murid menampilkan sebuah pertunjukan sosiodrama. Puncak acara kemudian diisi dengan penyampaian materi edukasi hukum dan diskusi interaktif yang dipandu langsung oleh Bagas Perdana Putra Nugroho, S.H dari Tim Kejaksaan selama kurang lebih dua jam. Rangkaian kegiatan ini pun ditutup pada pukul 12.00 WIB.
ST Kurnia Khasanah, kasi Peserta Didik dan Kurikulum menerangkan bahwa program Jaksa Masuk Sekolah ini merupakan bagian dari Upaya perwujudan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Kegiatan ini dijadwalkan selama tiga kali pertemuan yakni di tanggal 9, 10, dan 22 September 2026. Selain itu melalui kegiatan ini diharapkan para pelajar di Kota Pekalongan dapat lebih melek dan sadar hukum sejak usia dini.
Acara yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai ini diikuti secara antusias oleh perwakilan pelajar. Berdasarkan undangan yang diedarkan, setiap sekolah diminta untuk menugaskan 5 orang murid dan 1 orang guru pendamping untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Pada jadwal pelaksanaan tanggal 9 September ini, sekolah-sekolah yang turut hadir meliputi SMP N 3, SMP N 6, SMP N 7, SMP N 8, SMP N 10, SMP N 12, SMP Pius, SMP Wahid Hasyim, SMP Salafiyah, dan SMP Muhammadiyah.
Rangkaian acara diawali dengan presensi peserta pada pukul 08.00 WIB, disusul dengan pembukaan dan doa. Kegiatan ini secara resmi dibuka dengan sambutan dari Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Pekalongan Bapak Dani Prasetyo, S,E, M.E. sebagai perwakilan dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan. Selain itu, Kepala Kejaksaan Negeri yang diwakili Jaksa Muda Dhani Dwi Yudhatama, S.H memberikan sambutan kepada para peserta didik.
Selain pemaparan materi, acara ini juga dikemas secara menarik. Setelah sesi foto bersama, para murid menampilkan sebuah pertunjukan sosiodrama. Puncak acara kemudian diisi dengan penyampaian materi edukasi hukum dan diskusi interaktif yang dipandu langsung oleh Bagas Perdana Putra Nugroho, S.H dari Tim Kejaksaan selama kurang lebih dua jam. Rangkaian kegiatan ini pun ditutup pada pukul 12.00 WIB.
ST Kurnia Khasanah, kasi Peserta Didik dan Kurikulum menerangkan bahwa program Jaksa Masuk Sekolah ini merupakan bagian dari Upaya perwujudan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Kegiatan ini dijadwalkan selama tiga kali pertemuan yakni di tanggal 9, 10, dan 22 September 2026. Selain itu melalui kegiatan ini diharapkan para pelajar di Kota Pekalongan dapat lebih melek dan sadar hukum sejak usia dini.
PRINT +
DOWNLOAD PDF